Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, “Letakkanlah dunia di tanganmu, jangan di hatimu! Hatimu harus terus merasakan kehadiran Allah, sebutlah nama Dzat-Nya. Penuhilah hatimu dengan nama-nama-Nya nan indah.Sungguh, engkau dianggap sebagai orang yang celaka jika tidak merasa malu kepada Allah Subhanahu wata’ala, jika engkau menjadikan dinar sebagai tuhanmu dan menjadikan dirham sebagai tujuanmu, sedangkan engkau melupakan-Nya samasekali! Sungguh, takdirmu telah dekat!Maka, jadikanlah kedai-kedai yang kau miliki dan semua harta benda untuk keluargamu adalah semata-mata karena perintah syariat, namun hatimu harus tetap kokoh bertawakal kepada Allah.Carilah rezekimu dan rezeki keluargamu hanya dari Allah SWT, bukan dari harta benda dan perniagaanmu. Dengan demikian rezekimu akan mengalir, begitu pula rezeki keluargamu. Kemudian,Allah juga akan memberimu karunia, kedekatan dankelembutan-Nya dalam kalbumu. Dia akan mencukupi keperluan keluargamu dan keperluanmumelalui dirimu sendiri!Allah juga akan mencukupi keluargamu dengan apayang Dia kehendaki dan sebagaimana yang Dia kehendaki. Akan dikatakan kepada kalbumu, “Ini adalah untukmu dan keluargamu!”-- Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Fath Ar-Rabbani wal-Faidh Ar-Rahman
Senin, 31 Oktober 2016
Rabu, 26 Oktober 2016
PINTU GHAIB
BUKALAH PINTU GAIB DENGAN SHALATMU!!!“Shalat adalah pembersih kalbu dari kotoran dosa dan pembuka pintu kegaiban.”—Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam.Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa shalat yang sesungguhnya adalah sesuatu yang menjadi pembersih kalbu dari pengaruh kotoran duniawi dan noda dosa, serta sifat-sifat lain yang menjauhkan pelakukanya dari pandangan kepada Rabb yang Maha Perkasa.Shalat juga merupakan pembuka pintu sesuatu yang tak pernah engkau miliki, yaitu berupa makrifat dan rahasia-rahasiaIlahi. Makrifat dan rahasia Ilahi ini diumpamakan dengan harta karun yang tertutup rapat. Jika hati sudah dibersihkan, tutupnya akan diangkat sehingga ia bisa melihat rahasia-rahasiagaib yang tak pernah dilihatnya.”Syekh Ibnu Atha’illah juga mengatakan: “Shalat adalah tempat munajat dan kerinduan. Di dalamnyaruang rahasia meluas dan cahaya-cahaya bersinar.”Menurut Asy-Syarqawi, munajat bermakna keintiman dan percakapa lembut seorang hamba dengan Rabbnya. Shalat adalah media munajat secara pribadi antara hamba dengan Tuhannya. Dengan munajat ini, Allah menampakkan sifat-sifat-Nyayang indah sebagai rahmat kepada para hamba-Nya dan seluruh ciptaannya di seluruh jagat raya. Melalui munajat itu pula, Allah memasukkan ke dalam batin hamba ilmu-ilmu laduni dan rahasia-rahasiamakrifat.Shalat menjadi sarana pertemuan dan pelepas rindu hamba dengan Tuhannya. Dengan shalat, hamba menghadap-Nya dengan sepenuh jiwa-raga, menjumpai-Nya secara lahir dan batin sehingga dalam relung batinya tak ada yang tersimpan selaindiri-Nya. Dengan shalat juga, Allah akan membersihkan seorang hamba dengan memberinya kemampuan syuhud (kesaksian) dan mencurahkan karunia dan kebaikan-Nya. Inilah pembersihan jiwa-raga yang paling tinggi. Semakin seorang hamba mendekati-Nya, maka Allah pun akan semakin lebih mendekatinya lagi.Di dalam shalat, ruang kalbu menjadi luas, sehinggabisa menerima rahasia-rahasiayang berlimpah. Lalu, cahaya-cahaya pun bersinar terang. Jika cahaya menyinari kalbu, maka ia akan menjadi lapang dan terbuka menerima berbagai ilmu dan makrifat. Inilah buah dari munajat dan pembersihanyang disebut oleh Syekh Ibnu Atha’illah di atas. Semuanya adalah penegasan dari hikmah sebelumnya bahwa yang dituntut dari hamba adalah mendirikan shalat secara sungguh-sungguh, bukan sekadar melaksanakan tanpa makna.Syekh Ibnu Atha’illah mengatakan: “Allah mengetahui kelemahan dirimu sehingga menyedikitkan bilangan (shalat). Dia juga mengetahui kebutuhanmu terhadap karunia-Nya sehingga melipatgandakanpahala-Nya.”--Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam, dengan syarah oleh Syekh Abdullah Asy-Syarqawi
Minggu, 23 Oktober 2016
24/10/2014
12ALLAH PUSAT SEGALANYAOleh:pak Agus BalungAda sepasang suami istri yang datang ketetangga mereka untukpinjam mobil , guna suatu keperluan.Namun saat mereka pinjam, mobil itu hilang. Dan tentu saja, itu meninggalkan masalah.Tetangganya minta gant irugi atas mobil tersebut.Tetangga tersebut minta ganti sebesar 130juta,atau mobil sejenis.Bagi pasangan suami istri ini tidak mudah.Mobil tetangganya ini udah dilengkapi alarm,dan dilengkapi GPS pula. Dan lagi tidak ada asuransinya. Ternyata masalahnya semakin menjadi jadi, semakin berkembang,sebab tetangga ini, si pemilik mobil,jadi kalap.Ia melaporkansuami isteri tersebut ke polisi sebagai perbuatan yang menyengaja mobil ini menjadi hilang dan tuduhan macem-macem.Ada banyak hal yang kita bisabelajar dari kisah ini.Mereka,suami istri tadi walaupundilaporkan kepolisi, mereka begitu tenang.Pertama, mereka sadari,ini semuakehendakAllah.Apakah Allah hendak menyusahkan mereka?Merekayakin seyakinnya, jawabannyapasti tidak.Allah pasti menghendaki yang baik-baik saja bagi setiap makhlukNya.Siapa yang mengizinkan mobil tetangga itu mereka pinjam?Jawabnya pastiAllah.Siapa sih yang menghendaki mobil itu hilang ketika dipakai,pinjem lagi, tentu tidak ada.Tapi mengapa ini bisa terjadi?Semua ini bisa terjadi sebab ataskehendakAllah.Dan sebab Izin-Nya pula, mereka menanda tangani surat pernyataan kesediaan akanmengganti mobil tersebut, dengan penuh ketenangan. Masya Allah, sungguh luar biasa.Ketika ditanya kenapa bisa tenang,mereka bilang, hanya dengan mengingat Allah, hati jadi tenang.Dari kisah suami istri ini memaksa kitabelajar lagi rangkaian ayat-ayat yang insya Allah kitahafal:AllahmeluaskanrizkidanmenyempitkannyabagisiapayangDIAkehendaki.Merekabergembiradengankehidupandunia,padahalkehidupanduniaitudibandingdengankehidupanakhirat,hanyalahkesenanganyangsedikit.(arRa’du:26).Suami istri ini berkisah, mereka menganggap ini adalah pelajaran iman, pelajaran tauhid.Bukan masalah, juga bukan persoalan. Tapi berkah.Siapakah orang yang paling beruntung, selain dia yang mendapatkan pelajaran dari Allah danAllah yang langsung mengajarnya. Subhanallah.Kita semua “diajarinya”. Diajari oleh beliau-beliau, diajari oleh sepasang suami istri yang kehilangan mobil pinjaman.Apa yang telah terjadi, bagi suami istri ini adalah kehendak Allah semata.Menurut mereka, mereka senang, mereka susah, sepenuhnya bukan urusan manusia, akan tetapi urusan Allah.Susah, senang, bahagia, menderita, baik ataupun buruk yang menimpa atas diri kita,semuanya urusan Allah.Allah yang ngatur, Allah yang berkehendak. Bahkan semua yang terjadi dimuka bumi ini, baik yang besar maupun yang kecil, yang makro ataupun yang mikro,semuanya tertuju pada Allah.So…..apapun yang terjadi atas diri kita,just one word…. Allah.Dan memang begitulah adanya.. Banyak orang yang gagal mendapatkan sesuatu, gagal mengerjakan sesuatu, gagal mencapai sesuatu, atau sebaliknya, lalu tiba-tiba saja mereka mempersekutukan Allah.Loh, koq……..?Begini… ada orang yang sudah ngumpulin duit sampe 80 juta. Niatannya mau pergi haji. Tapi kemudian anaknya ada keperluanmendesak. Dia harus cairkan uang itu tapi buat urusan anaknya. Bukan urusan hajinya. Kalau keluar omongan: “Mestinya saya pergi haji tahun depan, udah daftar, dan bisa langsung lunas. Tapi ada-ada aja. Gara-gara anak saya, akhirnya saya gagal deh berhaji.”Tipis sih. Mungkin kita juga ga ada maksudmempersekutukan Allah.Namun kualitas pembicaraan sungguh akan mempengaruhikualitas hati. Segitu urusannya urusan anaksendiri. Kalo orang lain yang ngembat, wuah akan lebih sengit lagi ngomongnya.Ada juga yang sudah mempersiapkan biaya untuk S2.Tapi iparnya datang, butuh duit.Sementaraduit persiapan S2 belum lagi dipakai.“Silahkan dipakai, tapi jangan sampai Desember besok ya mulanginnya. Mau dipakaibuat pendidikan si abang S2.” Begitu kata istri ini mengingatkan. Tapi kemudian sampai 2 tahun dari perjanjian yang hanya 1-2 bulansaja, duit itu takkunjung dikembalikan.Nah, tuhannya siapatuh kalo begini?Banyak yang kemudian tidak mau menerima keadaan, dan kemudian segalanya jadi berantakan. Harusnya kan yang berantakan,kalaupun harus berantakan adalah S2 nya saja.Tidakmerembet ke kehidupan yang lain.Suami istri ini menyalahkan keadaan, menyalahkan ipar, si pemakai duit.Kalau enggak dipakai,tentu sudah selesai S2.Dan akan semakin bertambah tuhannya.“Kalo S2, kan bisa naik pangkat, naik karir. Kebetulan ada promosi di kantornya suami,” keluh istrinya. Wuah, bener-bener semakin banyak tuhannya.Emangnya ada yang bisa mendatangkan manfaat dan menolaknya, selain Allah?Apa bener kalau duit ada, pasti bisa S2 nya,apa bener kalau bisa S2 lalu bisa naik pangkat, Dan apa bener juga kalau gak ada duit ga bisa S2.Dan apa bener kalau gak S2gak bisa ikut promosi, Emang siapa yang bisa ngizinin S2 dan tidak,Siapa juga yang bisa ngizinin seseorang naik pangkat, turun, atau malahan dipecat.Manfaatberbaik sangka kepada Allah, akanmembuat ketenangan,juga akan menjadi semakin hebat. Seperti yang dialami suamiistri yang pinjam mobil tapi harus mengganti mobil tersebut karenahilang.Apakah sudah lapor polisi,sebagai ikhtiar, sudah.Kembali lagi ke sepasang suami istri yang kehilangan mobil pinjaman tadi,.mereka kemudian tanda tangan saja didepan polisi, kesediaan untuk mengganti mobil yang dihilangkannya. Dengan entengnya mereka mengembalikan kepada Allah.“AsalnyamasalahinidariAllah,jadiyakitakembalikansajalagikepadaAllah.”Tapi darimana menggantinya.Mereka gak mikiriin, mereka mikirin Allah saja.Kalau mikirin masalah bisa stress.Bener gak sih, mereka gak stress ??Sebenarnya, suami istri ini stress juga, tapi mereka melawan, mereka fight.Mereka menangis dihadapan Allah, diatas sajadah,ditengah malam.Memohon untuk tetap tegar dan tenang, memohon pertolongan Allah.Dan mereka yakin akan pertolongan Allah.Semua kejadian yang menimpa kita, di masa depan dan yang sudah kita lalui, siapa yang mampuuntuk mendapatkan dan menghindarinya?Tidak ada.Sekuat apapun kita tidak akan bisa menolak.Begitu juga sebaliknya selemah apapun kita, tidak seharusnya kita tertimpamasalah. Jadi semua itu karena Allah.Suami istri ini memposisikan diri sebagai yang lemah.Allah yang Maha Kuat.Seberapapun mereka menghindari kejadian ini, hanya akan menambah lemah dan lemah, sakit dan sakit. Akhirnya yang ada hanya sesal nantinya.“Coba dulu gak usah pergi, kan gak perlu pinjam mobil.Coba dulu gak usah pengen enak, pakai angkot aja, atau pakai taxi dah.Kan gak perlu harus kehilangan mobil, kan gak perlukita bingung dana untuk mengganti”. Makindicari kalimat-kalimat seperti ini, makin semakin banyak faktor pembuat tidak tenang, gusar, gelisah, dan sempit hati.“Coba tuh mobil ada asuransinya, kan gak repot…”.Percayalah, pikiran kita akan memberikan kontribusi negatif lebih banyak lagi:“Mana hanya pegawai rendahan… Darimana ganti mobilnya…”.Lah kan, makin terus saja, makin panjang coba, coba, coba lagi…….. Emangnya kalau pegawai rendahan gak bakalan bisa ngembaliin mobil yang hilang?Itulah sebabnya, mengapa kita harus kagum padasikap suami istri ini.Harusnya kita juga begitu.Beliau sudahmaumenjadikanAllahpusatsegala-galanya.Termasuk pusat segala keberhasilan, kesuksesan, kejayaan, kemenangan, kebahagiaan. Barangkali itulah sebabnya kita harus tidak boleh sekalipun lalai untuk membaca bismillah dan alhamdulillah.Agar dari awal sampaiakhir, tetap bersamaAllah dan mengingat Allah.Dan di tengah-tengahnya ada keharusan menjaga yang wajib dan menghidupkan yang sunnah.Agar setiap saat kita selalu bersama Allah.Dari ayat 26 Surah ar Ra’du di atas, kita cuplik lagi ya… :AllahmeluaskanrizkidanmenyempitkannyabagisiapayangDIAkehendaki.Merekabergembiradengankehidupandunia,padahalkehidupanduniaitudibandingdengankehidupanakhirat,hanyalahkesenanganyangsedikit. (arRa’du:26).Dari kisah suami istri yang kehilangan mobil ini, mereka menganggap bahwa kesulitan dunia sebenarnya gak seberapanya dibanding dengan kesulitan hari akhir. Sebagaimana kesenangan duniayang disebut Allah sebagai gak seberapanya dibanding kesenangan hari akhir. Mereka mencoba meyakini bahwa kasus kehilangan mobilnya ini barangkali akumulasi perbuatan buruknya yang berwujud mobil ini. Bisa jadi ada kesalahandi tempat yang lain, lalu berbuah kesulitan ini.Bila tidak ada kesalahan pada diri suami istri in,mereka akantetap menghibur diri bahwa Allah sedang menghendaki sesuatuterhadap mereka.Bisa jadi ini adalah awal dari ketemunya penghasilan baru dari pekerjaan baru. Kalo gak ada masalah, tidak akan ada lompatan… Pokoknya, kalaugak Allah kehendaki pertobatan, tentu Allah menghendaki kebaikan. Persis kira-kira sebagian maksud dari ayat 27-nya,lanjutan ayat tersebut di atas:Orang-orangkafirberkata:MengapatidakditurunkankepadaMuhammadtandamukjizatdariTuhannya?KatakanlahsesungguhnyaAllahmenyesatkansiapayangDIAkehendakidanmenunjukiorang-orangyangbertobatkepada-Nya.” (arRa’du:27).Persoalan hidup, permasalahan hidup, adalah mukjizat juga dari Allah buat mereka-mereka yang mengalaminya. Kelakbanyak yang bisa berhasil sebab melewati berbagai kesulitan dan persoalan hidup. Lebih berhasil, lebih terang, dari sebelom punya masalah. Suami istri ini mau menjadi yang demikian. Dan mereka bersyukur, bahwa persoalannya membawa mereka bisa meneliti kesalahan-kesalahannya kepada Allah dan kepada sesamanya. Persoalan mereka pun akhirnya disyukuri sebagai membawa ibadah yang lebih baik bagi keduanya, dan sudah menjadikan mereka menjadi lebih arif lagi bahwa bisa apa manusia kalau Allah sudah berkehendak.Barangkali ada yang bilang di antara,kenapa suami istri ini gakmelakukan perlawanan?Kan bisa lapor balik, dengan pasal-pasal yang bisa dicarikan. Atau bertahan melewati berbagai pengadilan dan proses pengadilan ?Kita pun harus menghormati pilihan suami istri ini yang memilih gak memperpanjang urusan dengan perangkat hukum.Justeru memilih memperpanjang urusan dengan Allah saja.Lihat ayat 28 dan 29 nya…Yaituorang-orangyangberimandanhatimerekamenjaditentramdenganmengingatAllah.Ingatlah,hanyadenganmengingatAllahlahhatimenjaditentram.Orang-orangyangberimandanberamalsaleh,bagimerekakebahagiaandantempatkembaliyangbaik. (arRa’du:28-29).Fokusnya suami istri ini ke Allah. Ke ibadah. Bukan ke masalahnya. Dan insya Allah dengan begini ia menjadi tenang. Dananda yang gak setuju, jangan berkernyit dulu. Tidak apa-apa tidak setuju,sebab tidakharus setuju.Namun perlu diketahui, bahwa selesainya masalah, bisa juga berawal dari ketenangan. Tanpa ketenangan, yang ada kepanikan. Dan kepanikan akan menambah banyak masalah.Dengan mendekatkan diri kepadaAllah, sesungguhnya membantu “pihak lawan” juga, agar si suami istri ini justru bisa bayar dan mengembalikan mobil yang dipinjam itu hilang.Semoga ini bermanfaat bagi kita semua, bagi anda dan saya. Yang sebenarnyaAllah-lah pusat segalanya. Dia yang mampu mendatangkan masalah, dan Dia pula yang mampu menghilangkan semua masalah. Allah yang meberi rizqi bagi semua makhlukNya, dan Allah pula yang mengambil setiap rizqi dari kita.Allah pula yang mempu memberikan ketenangan dalam hati setiap hambaNya, dan Allah pula yang mengijinkan kegalauan mendera hati kitaDan Allah-lah yang ,maha kuasa dialam semesta ini. Lalu kalau sudah demikian, mau apa lagi, masih berpaling kepada selain Allah. Subhanallah.
Jumat, 21 Oktober 2016
23102016
RAHASIA KEKUATAN DZIKIRMenurut Syekh Ibnu Atha'ilah, boleh jadi ketika seorang hamba diam tak berdzikir, kalbu yang bertempat di dadanya akan segera bergerak meminta dzikir seperti gerakan anak di perut ibunya. Kalbu manusia ibarat Isa ibn Maryam as., sementara dzikir adalah susunya. Ketika besar dan kuat, ia akan menangis dan berteriak karena rindu pada dzikir dan objeknya (Allah).Dzikir kalbu ibarat suara lebah. Ia tidak terlalu nyaring dan menganggu, tetapi tidak pula terlalu samar tersembunyi. Ketika objek dzikir (Allah) sudah bersemayam dalam kalbu dan dzikir itu menjadi samar dan tak tampak, maka sang pedzikir takkan lagi menoleh pada dzikir dan kalbu. Tapi, kalau ia masih menoleh pada dzikir atau pada kalbunya, berarti masih ada hijab.Kondisi saat seseorang tidak lagi memperhatikandzikir dan kalbunya disebut kondisi fana. Dalam kondisi seperti itu, ia melenyapkan dirinya sehingga tak lagi merasakan keberadaan anggotatubuhnya, hal-hal lain di luar dirinya, ataupun lintasan-lintasan jiwanya.Semua itu gaib dari dirinya dan dirinya juga gaib dari semua itu untuk bergegas menuju Tuhan lalulenyap di dalam-Nya. Seandainya masih terbersit dalam benaknya bahwa ia sedang dalam kondisi fana berarti kondisi fananya masih bercampur noda dan belum sempurna. Yang sempurna adalah kalau ia telah fana dari dirinya sendiri dan fana dari kefanaannya.Jalan pertama yang harus dilalui seorang salik adalah pergi menuju Allah. Sebab, petunjuk hanyamilik Allah. Seperti dikatakan Nabi Ibrahim as., “Aku pergi menghadap kepada Tuhanku. Dialah yang akan memberi petunjuk kepadaku.” (Q.S. al-Shaffat [37]: 99).Ketika pergi menuju Allah telah mantap dan berlangsung secara kontinyu sampai menjadi kebiasaan yang melekat kuat, naiklah ia menuju alam yang paling tinggi seraya menyaksikan hal hakiki yang paling sucii. Gambaran alam malaikattertanam kuat dalam dirinya dan kesucian lahut tampak jelas di hadapannya.Hal pertama yang tampak di alam tersebut adalah substansi malaikat serta alam roh para nabi dan wali dalam bentuk yang sangat indah.Dengan perantaraannya,ia bisa mengetahui berbagai hakikat yang ada. Itulah yang terdapat diawal perjalanan sampai pada tingkatan yang sulit digambarkan. Dalam segala sesuatu al-Haq tampak secara jelas. Inilah hasil dari esensi dzikir.Tahap pertama adalah dzikir lisan. Kemudian dzikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan. Selanjutnya, dzikir kalbu yang berlangsung secara lugas, tanpa perlu dipaksakan. Serta yang terakhir adalah ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu serta sirnanya dzikir itu sendiri.Inilah rahasia dari sabda Nabi saw., “Siapa ingin bersenang-senang di taman surga, perbanyaklah mengingat Allah.” Juga sabda Nabi saw., “Dzikir diam (khafiy) tujuh puluh kali lebih utama daripada dzikir yang terdengar oleh para malaikatpencatat amal.”—Syekh Ibnu Atha’illah dalam Miftah al-Falah wa Misbah al-Arwah