Jumat, 16 Desember 2016

MEMUJI ALLAH DALAM SUSAH DAN SENANG

Abu Musa al-Asy’ari r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Ketika anak seorang hamba wafat, Allah berkata kepada para malaikat-Nya,’Kalian telah mengambil nyawa anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab,’Ya.’ Lalu Dia bertanya,’Apa yang diucapkan hamba-Ku?’ Mereka menjawab,’Dia membaca hamdalah (“Alhamdulillah”) dan istirja (“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”).’ Lalu Allah berkata,’Dirikanlah rumah di surga untuk hamba-Kuini, dan namailah rumah itu dengan bait al-hamdi (rumah pujian).'”(HR. Tirmidzi)Rasulullah SAW bersabda,”Orangyang paling awal dipanggil ke surga adalah orang-orang yang memujiAllah di waktu senang dan susah.”(HR. Hakim, Muslim, dan adz-Dzahabi)Rasulullah SAW bersabda,”Tuhanku menawarkan kepadaku untuk mengubah gunung-gunung di Mekah menjadi emas. Aku menjawab,”Tidak, wahaiTuhan. Akan tetapi, (biarkan) aku kenyang pada satu hari dan lapar pada hari yang lain. (Beliau mengucapkannya sebanyak 3 kali atau sekitar itu). Jika aku lapar, aku di hadapan-Mu dan berdzikir kepada-Mu. Dan jika aku kenyang, aku bersyukur kepada-Mu dan memuji-Mu.”(HR.Tirmidzi)

Rabu, 14 Desember 2016

HAKIKAT DIRI DALAM SHOLAT

Syekh Ibnu Athaillah berkata, "Syekh Abu Al-Hasan Al-Syadzili r.a. Mengatakan, 'Keadaan dirimu bisa diukur melalui shalat. Jika engkau meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi maka kau bahagia. Tapi, jika tidak, tangisilah dirimu. Jika kaki ini masihsulit dilangkahkan menuju shalat, adakah orang yang tidak ingin berjumpa dengan Kekasihnya?!Allah SWT berfirman, 'Shalat bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.' (QS. Al-Ankabut 29: 45). Maka, barangsiapa yang ingin mengenal hakikat dirinya di sisi Allah dan mengetahui keadaannya bersama Allah, perhatikanlah shalatnya. Apakah ia melakukan shalat dengan khusyuk dan tenang atau dengan lalai dan tergesa-gesa?Jika engkau tidak menunaikan shalat dengan khusyuk dan tenang, sesalilah dirimu! Sebab, orang yang duduk dengan pemilik kesturi, ia akan dapatkan wanginya. Sementara, ketika shalat, sesungguhnya engkau duduk bersama Allah. Jika engkau ada bersama-Nya tetapi tidak mendapatkanapa-apa, berarti ada penyakit dalam dirimu, mungkin berupa sombong, ujub, atau kurang beradab. Allah SWT berfirman, 'Akan Ku-palingkan dari ayat-ayat-Ku orang yang bersikap sombong di muka bumi dengan tidak benar.' (QS Al-A'raf 7: 146).Karena itu, setelah menunaikan shalat, janganlah terburu-buru pergi meninggalkan tempat shalat. Duduklah untuk berzikir mengingat Allah seraya meminta ampunan atas segala kekurangan. Bisa jadi shalatnya tidak layak diterima. Tapi, setelah berzikir dan beristigfar, shalatnya menjadi diterima. Rasulullah Saw. sendiri selepas shalat selalu membaca istigfar sebanyak tiga kali.'"--Syekh Ibnu Atha'illah dalam kitab Taj Al-'Arus